Sudah hampir tiga dekade sejak pertama kali tayang, tapi adegan ini masih jadi momen paling canggung di sejarah anime. Ya, kita bicara soal “ciuman dewasa” antara Misato Katsuragi dan Shinji Ikari di film The End of Evangelion. Menjelang perayaan 30th Anniversary waralaba ini di tahun 2026, bukannya mereda, perdebatan soal adegan ini justru makin panas dan memecah belah fans.
Apa yang dulunya dianggap sebagai pidato motivasi heroik di saat kritis, kini di mata banyak penonton modern dianggap sebagai tindakan manipulasi yang tak termaafkan.
Perlu atau Malah Abusif?
Di momen-momen terakhir The End of Evangelion, situasi benar-benar kacau. NERV sedang runtuh dan Third Impact sudah di depan mata. Misato sangat butuh Shinji untuk naik ke EVA-01. Tapi, menghadapi protagonis yang sedang dalam kondisi katatonik (bengong parah), Misato mengambil langkah drastis: menggunakan seksualitas.
Dia memberikan “ciuman orang dewasa” kepada Shinji dan berjanji bakal “melakukan sisanya nanti”. Meskipun cara ini berhasil memecah kebuntuan dan bikin Shinji bergerak, banyak analisis modern yang menyebut tindakan ini “jelas tidak pantas” dan menodai warisan karakter Misato.
Wanita yang Hancur, Bukan Predator
Namun, ada sisi lain dari koin ini. Analisis mendalam menunjukkan kalau Misato tidak melakukan itu karena nafsu, tapi karena “ketidakmampuan emosionalnya” sendiri. Identitasnya sudah terlalu terikat dengan pekerjaannya dan hubungan asmaranya yang gagal (ingat Kaji?), sampai-sampai dia salah kaprah mengira kalau seksualitas adalah satu-satunya alat terkuat yang dia punya.
Sayangnya, gestur ekstrem ini malah mengaburkan pesan besar dari adegan tersebut. Kata-kata kuat Misato soal menerima rasa sakit dan terus melangkah maju jadi tertutup oleh janji seks, bikin motivasi Shinji kelihatan kekanak-kanakan alih-alih heroik.

Setelah 30 tahun, pertanyaan besar masih menggantung di komunitas: Apakah ini sekadar kesalahan fatal dari sosok ibu pengganti yang gagal, atau naskah yang memang kebablasan?
