Kabar sedih datang bagi para Nakama di seluruh dunia. Anime One Piece harus mengucapkan salam perpisahan kepada salah satu sosok paling berjasa di balik layar.
Hidenori Arai, sosok ikonik yang menjabat sebagai Sound Effect Editor dan Designer di balik serial ini, secara resmi telah mengumumkan masa pensiunnya. Keputusan ini diambil setelah beliau mendedikasikan dirinya selama hampir 50 tahun berkarya di industri anime.
Bermula dari Era 80-an: Dr. Slump hingga Dragon Ball
Hidenori Arai memulai kariernya pada awal tahun 1980-an lewat serial klasik Dr. Slump.
Keahliannya kemudian membawanya menjadi kontributor kunci untuk efek suara di seluruh waralaba Dragon Ball. Portofolionya mencakup hampir semua seri utama, mulai dari:
- Dragon Ball
- Dragon Ball Z
- Dragon Ball GT
- Dragon Ball Kai
- Hingga proyek-proyek terbaru dari waralaba tersebut.
Mengabdi Sejak Episode Pertama One Piece (1999)
Kontribusi Hidenori Arai bagi dunia bajak laut Topi Jerami sangatlah masif. Beliau telah menjadi bagian dari anime One Piece sejak serial ini pertama kali mengudara pada tahun 1999.
Selama puluhan tahun, sentuhan tangannya telah membentuk tak terhitung banyaknya momen ikonik melalui suara. Mulai dari adegan-adegan emosional yang bikin nangis, hingga suara dentuman dalam pertarungan-pertarungan yang tak terlupakan.
Bisa dibilang, karyanya telah membantu mendefinisikan “identitas audio” dari One Piece yang didengar oleh berbagai generasi penggemar hingga saat ini. Suara khas Haki, Devil Fruit, hingga langkah kaki karakter, adalah warisan dari keahliannya.
20 Tahun Membentuk Identitas Suara One Piece
Peran paling ikoniknya mungkin dirasakan oleh generasi saat ini lewat serial One Piece. Sejak anime ini pertama kali tayang pada tahun 1999, Arai memegang peran utama dalam membentuk identitas suara serial TV tersebut.
Ia telah bekerja untuk seri bajak laut ini selama lebih dari 20 tahun. Bisa dibilang, karya dan sentuhan tangannya lah yang membantu mendefinisikan gaya audio (audio style) dari beberapa anime paling ikonik dalam sejarah. Suara ledakan energi, pukulan, hingga suasana latar yang kita dengar selama ini adalah hasil karyanya.
Terima kasih atas kerja kerasnya, Arai-san!
