Manga

Manga Baru “Uramichi Fudosan”: Kisah Gadis 18 Tahun Terjerat Utang 70 Juta Yen di Sisi Gelap Real Estate

Manga Baru “Uramichi Fudosan”: Kisah Gadis 18 Tahun Terjerat Utang 70 Juta Yen di Sisi Gelap Real Estate

Bagi kalian penggemar manga dengan tema dunia kerja yang keras dan realistis, ada judul baru yang baru saja meluncur dan terdengar sangat menjanjikan.

Pada hari ini, 30 Januari 2026, situs manga Kurage Bunch resmi memulai serialisasi manga baru berjudul “Uramichi Fudosan” (Real Estate Jalur Belakang). Manga ini digambar oleh Shoji Morimoto berdasarkan karya asli dari Kazuto Takishima.

Sinopsis: Utang Menumpuk dan Tawaran Misterius

Cerita ini berpusat pada seorang gadis berusia 18 tahun bernama Fuko Idama. Nasib malang menimpanya ketika ia harus menanggung utang peninggalan ayahnya dengan jumlah yang fantastis: 70 juta Yen.

Baca jugaKreator “Tonari no Kaibutsu-kun” (Robico) Siap Luncurkan 2 Manga Baru Sekaligus Tahun Ini!

Jika dikonversikan ke mata uang kita, utang tersebut setara dengan sekitar Rp7,5 Miliar (dengan asumsi kurs 1 Yen = Rp107).

Di tengah keputusasaan karena harus melunasi utang tersebut, Fuko bertemu dengan seorang pria misterius yang dipanggil “Fukurou” (Burung Hantu). Pria itu melontarkan tawaran yang gila namun menggiurkan:

“Aku akan membuatmu mendapatkan 100 juta Yen (sekitar Rp10,7 Miliar) dalam satu tahun.”

Demi uang, Fuko akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dan terjun ke dalam dunia transaksi properti yang penuh intrik. Ia mulai menyaksikan “jalan belakang” (uramichi) untuk meraup keuntungan dalam bisnis real estate, termasuk hadir dalam penyelesaian jual beli properti berskala besar.

Berdasarkan Kisah Nyata?

Yang membuat manga ini semakin menarik adalah fakta di balik layar pembuatannya. Manga ini didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan nyata dari Kazuto Takishima, pengelola saluran YouTube “Fudosan G-Men Takishima” yang telah memiliki lebih dari 600.000 subscriber.

Jadi, sisi gelap industri properti yang digambarkan dalam manga ini kemungkinan besar memiliki dasar realitas yang kuat, membuatnya bukan sekadar fiksi belaka.

Via Natalie


Bacaan Lebih Lanjut
Komentar