Dunia koleksi kartu Pokemon Trading Card Game (TCG) di Jepang kembali diguncang oleh skandal yang cukup menjijikkan. Di tengah demam perilisan set terbaru yang selalu ludes dalam hitungan menit, perilaku para reseller (atau biasa disebut “Tenbaiyer” di Jepang) kini telah mencapai level baru yang membuat geleng-geleng kepala.
Berdasarkan laporan terbaru yang viral di media sosial Jepang, para reseller ini tertangkap basah menggunakan metode yang sangat tidak higienis untuk mengamankan barang dagangan mereka: menyembunyikan paket kartu di dalam celana dalam!
Taktik “Penyelundupan” di Celana Dalam
Insiden ini mencuat ketika foto-foto dan laporan saksi mata mulai beredar di platform X (Twitter). Para reseller ini terlihat memasukkan kotak atau booster pack kartu Pokemon ke dalam celana mereka, tepatnya diselipkan di bagian pinggang celana dalam (seperti boxer), untuk menghindari pembatasan pembelian atau sekadar menyembunyikannya dari staf toko dan pelanggan lain.
Tindakan ini dilakukan demi memborong kartu sebanyak mungkin untuk kemudian dijual kembali dengan harga tinggi di pasar sekunder (marketplace).

Reaksi Netizen: Jijik dan Marah
Tentu saja, kabar ini memicu reaksi keras dari komunitas penggemar Pokemon di Jepang. Isu kebersihan menjadi sorotan utama.
Banyak netizen yang mengungkapkan rasa jijik mereka membayangkan kartu yang mereka beli di marketplace mungkin pernah “menginap” di dalam celana dalam seseorang yang berkeringat.
- “Ini benar-benar biohazard.”
- “Siapa yang mau beli kartu yang bau keringat?”
- “Tolong jangan beli dari reseller, itu menjijikkan.”
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat kondisi kartu kertas sangat sensitif terhadap kelembapan dan bau.
Langkah Ekstrem Toko: Membuka Segel “Shrink Wrap”
Untuk memerangi perilaku reseller yang semakin tidak terkendali ini, banyak toko hobi dan pengecer besar di Jepang (seperti Yodobashi Camera atau toko kelontong besar) kini menerapkan kebijakan ketat.
Mereka mewajibkan staf toko untuk membuka segel plastik (shrink wrap) pada kotak kartu booster box tepat saat transaksi di kasir.
- Tujuannya: Menurunkan nilai jual kembali. Kotak yang sudah dibuka segelnya dianggap sebagai barang “bekas” atau “unsealed”, sehingga harganya jatuh di pasar reseller.
- Dampaknya: Reseller kesulitan menjualnya sebagai barang “Brand New in Box” (BNIB).
Sebagai gambaran nilai ekonomisnya, satu kotak booster Pokemon biasanya dijual resmi dengan harga sekitar 5.400 Yen (sekitar Rp577.000 dengan kurs saat ini). Namun di tangan reseller, kotak yang masih bersegel utuh bisa dijual dua hingga tiga kali lipat harganya.
Kontroversi ini menjadi peringatan keras bagi para kolektor untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk dari pihak ketiga, terutama mengingat asal-usul barang yang kini semakin meragukan kebersihannya.
Via SomosKudasai
