Kadang satu keputusan salah bisa ngerusak warisan anime yang dibangun bertahun-tahun. Mulai dari ending yang maksa, animasi yang tiba-tiba anjlok, sampai keputusan mengubah jalan cerita yang bikin fans geleng-geleng kepala.
Berikut adalah daftar anime yang harusnya legendaris, tapi jadi ternoda karena satu kesalahan fatal.
10. One-Punch Man (Season 2)

Season 1 yang digarap Madhouse adalah standar emas animasi aksi. Setiap pukulan terasa dampaknya. Pas pindah ke J.C. Staff untuk Season 2, penurunannya terasa banget. Bukannya jelek banget, tapi karena Season 1 terlalu dewa, Season 2 jadi kelihatan biasa aja.
- Kesalahan Fatal: Penurunan kualitas produksi (animasi kaku, tekstur metal yang aneh, sound effect kurang nendang).
- Dampaknya: Komedi dan aksi kehilangan “jiwa”-nya.
- Status: Perbandingan visual antara S1 dan S2 masih jadi meme abadi di internet.
9. Soul Eater

Anime ini punya gaya visual yang unik banget dan karakter yang ikonik. Masalahnya klasik: anime-nya mengejar materi manga-nya. Daripada bikin filler atau nunggu, studio bikin ending orisinal yang… yah, anti-klimaks banget dibanding versi manganya.
- Kesalahan Fatal: Ending orisinal anime yang terburu-buru.
- Dampaknya: Konflik “Gila” dan “Takut” yang dibangun dari awal diselesaikan dengan cara yang terlalu simpel (sering dibilang “Bravery Punch”).
- Status: Fans masih berharap ada remake (seperti Brotherhood) sampai sekarang.
8. Dragon Ball GT

Setelah Dragon Ball Z tamat dengan pertarungan level dewa, GT mencoba mengembalikan nuansa petualangan lucu ala Dragon Ball kecil dengan mengubah Goku jadi anak-anak lagi. Niatnya nostalgia, tapi eksekusinya bikin fans yang udah terbiasa sama aksi serius jadi ilfeel.
- Kesalahan Fatal: Mengubah tone dan arah cerita kembali ke petualangan anak-anak saat fans menginginkan aksi dewasa.
- Dampaknya: Awal seri terasa lambat dan membosankan.
- Warisan: Walaupun Super Saiyan 4 desainnya keren, seri ini sering dianggap “anak tiri” dan akhirnya digantikan oleh Dragon Ball Super.
7. Sword Art Online (Arc Aincrad)

Konsep “mati di game = mati di dunia nyata” itu jenius. Harusnya kita melihat perjuangan Kirito naik dari lantai 1 ke 100 dengan susah payah. Tapi, anime ini memilih jalan pintas dengan time skip yang berlebihan. Tiba-tiba levelnya udah tinggi, tiba-tiba udah jadian.
- Kesalahan Fatal: Pacing yang terlalu ngebut dan time skip di arc awal.
- Dampaknya: Penonton kehilangan momen perjuangan dan pengembangan karakter yang detail.
- Akibatnya: Kemenangan terasa kurang memuaskan karena kita nggak lihat proses “berdarah-darah”-nya.
6. Darling in the Franxx

Awalnya ini adalah drama mecha-romance yang solid, mengingatkan kita pada Evangelion tapi dengan bumbu remaja. Hubungan Zero Two dan Hiro sangat emosional. Sayangnya, di episode-episode terakhir, penulis naskah memutuskan untuk membelokkan genre ke arah “Perang Luar Angkasa” secara mendadak.
- Kesalahan Fatal: Perubahan skala cerita yang terlalu drastis di akhir (tiba-tiba lawan alien di luar angkasa).
- Dampaknya: Drama personal yang dibangun runtuh, diganti konflik kosmik yang nggak ada setup-nya.
- Reaksi Fans: Banyak yang masih nggak percaya sama twist VIRM itu sampai sekarang.
5. Yakusoku no Neverland

Season pertamanya adalah mahakarya thriller psikologis. Tapi masuk Season 2, studio memutuskan untuk membuang semua materi manga yang bagus dan langsung loncat ke tamat. Rasanya kayak lagi asik baca novel, tiba-tiba halamannya disobek setengah.
- Kesalahan Fatal: Ngebut dan memotong arc cerita penting (Goldy Pond arc hilang total!).
- Dampaknya: Cerita yang harusnya penuh strategi dan ketegangan jadi terasa dangkal.
- Momen Terburuk: Ending yang cuma berupa slideshow gambar diam. Fans merasa dikhianati.
4. Boruto: Naruto Next Generations

Tugas berat sekuel adalah menjaga warisan pendahulunya. Kesalahan Boruto di awal adalah narasinya yang terasa kurang mendesak dan cara mereka menangani karakter lama (Naruto dan Sasuke). Fans lama merasa karakter favorit mereka di-nerf (dilemahkan) cuma biar generasi barunya bisa bersinar.
- Kesalahan Fatal: Re-branding yang kurang mulus dan penanganan karakter “legenda” yang bikin fans lama sakit hati.
- Dampaknya: Sulit mendapatkan kepercayaan fans hardcore Naruto di awal seri.
- Masalah Lain: Terlalu banyak anime-canon (filler) yang terasa ringan dibanding cerita aslinya.
3. Nanatsu no Taizai

Ini contoh paling tragis. Anime ini sangat populer sampai Season 2. Tapi pas masuk season lanjutannya (terutama pertarungan Meliodas vs Escanor), animasinya hancur lebur. Gambar jadi aneh, gerakan kaku, dan darah disensor jadi warna putih (mirip santan/susu).
- Kesalahan Fatal: Kualitas animasi yang drop parah di momen pertarungan paling penting.
- Dampaknya: Adegan epik berubah jadi komedi yang nggak disengaja.
- Reputasi: Dikenal internet bukan karena ceritanya lagi, tapi karena screenshot animasi yang jelek.
2. Yu-Gi-Oh!

Awalnya Yu-Gi-Oh! itu soal duel yang penuh drama dan “Heart of the Cards”. Tapi makin ke sini, waralabanya terjebak siklus jualan produk. Setiap seri baru harus punya mekanik baru yang makin rumit (Riding Duel, Action Duel, dll), sampai ceritanya terasa cuma jadi kendaraan buat jelasin aturan main kartu baru.
- Kesalahan Fatal: Terlalu fokus pada gimmick permainan baru daripada inti drama emosionalnya.
- Dampaknya: Karakter terasa sekadar alat buat main kartu, bukan manusia yang punya masalah hidup.
- Akibatnya: Susah buat penonton kasual untuk masuk dan peduli sama ceritanya.
1. Tokyo Ghoul √A

Anime ini punya art dan musik yang juara, tapi season keduanya (Root A) mengambil keputusan berani yang malah jadi bumerang: menyimpang dari manga. Alih-alih mengikuti cerita aslinya yang logis, anime ini bikin plot sendiri yang bikin motivasi karakter utamanya, Kaneki, jadi nggak masuk akal.
- Kesalahan Fatal: Mengubah jalan cerita orisinal anime yang bertentangan dengan logika karakter.
- Dampaknya: Banyak plot hole dan adegan yang bikin bingung penonton (terutama yang baca manganya).
- Akibatnya: Season-season berikutnya (Re:) jadi makin susah diikuti karena fondasi ceritanya sudah rusak.
