Culture

Ibu Ini Mempermalukan Anaknya Sendiri di Depan Umum karena Bekerja di Maid Cafe

Ibu Ini Mempermalukan Anaknya Sendiri di Depan Umum karena Bekerja di Maid Cafe

Bekerja dikelilingi budaya otaku di Tokyo mungkin menjadi impian banyak gadis muda, namun realita menghadapi keluarga bisa menjadi mimpi buruk tersendiri.

Baru-baru ini, seorang wanita muda Jepang menjadi viral di media sosial setelah menceritakan momen menyakitkan saat ibunya sendiri merasa malu mengakui pekerjaan putrinya sebagai “Maid” di hadapan keluarga besar. Insiden ini, yang terjadi saat ia pulang kampung, membuka tabir lebarnya jurang pemikiran antara budaya modern Akihabara dan prasangka konservatif di daerah pedesaan Jepang.

Curhat Viral di Media Sosial

Tokoh utama dalam drama keluarga ini adalah pengguna X (Twitter) dengan nama akun @Laplace_honey2. Ia menceritakan rasa frustrasinya ketika sebuah obrolan ringan tentang pekerjaan justru memicu reaksi keras dari ibu kandungnya sendiri.

Baca jugaBerani Coba? Restoran Jepang Sajikan “Jari Sukuna” Hiper-Realistis dari Daging dan Tulang Rawan!

Momen canggung itu terjadi saat kumpul keluarga. Ketika seorang paman bertanya apa pekerjaannya saat ini, dengan bangga ia menjawab:

“Aku bekerja sebagai Maid di Akiba (Akihabara).”

Namun, reaksi sang ibu sungguh di luar dugaan dan sangat menusuk hati.

Reaksi Sang Ibu yang Menyakitkan

Menurut cerita @Laplace_honey2, ibunya langsung menyela dengan panik:

“Ssst! Jangan katakan itu keras-keras!”

Bagi gadis tersebut, bekerja mengenakan seragam lucu dan menciptakan suasana menyenangkan bagi pelanggan adalah hal yang memuaskan. Namun, sang ibu—dan mungkin banyak orang dari generasi yang lebih tua di luar Tokyo—masih memandang istilah “Maid Cafe” dengan stigma negatif. Mereka sering kali salah mengartikannya sebagai bisnis hiburan malam yang tidak senonoh atau meragukan.

Gadis itu pun mengaku: “Karena aku merasa bangga menjadi seorang Maid, aku merasa sangat kesal sampai rasanya ingin mati.”

Akhir yang (Hampir) Bahagia

Untungnya, drama tersebut sedikit mereda. Ia menceritakan bahwa setelah omelan sang ibu, ayahnya justru turun tangan untuk membela dirinya, yang membantu menenangkan situasi.

Di dunia maya, dukungan mengalir deras. Ribuan netizen memberikan semangat dan menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan bekerja secara jujur di pusat budaya anime tersebut.

Konteks Budaya: Modern vs Tradisional

Kasus ini menjadi contoh nyata benturan budaya di Jepang. Di Akihabara, menjadi Maid adalah bagian dari budaya pop dan pariwisata yang sah. Namun, di daerah pedesaan, pekerjaan ini sering disalahpahami sebagai bagian dari “Mizu Shobai” (perdagangan air/dunia hiburan malam) yang identik dengan bar pendamping wanita. Ketidaktahuan tentang bagaimana kafe tematik sebenarnya beroperasi masih menjadi pemicu konflik keluarga seperti ini.

Via SomosKudasai


Bacaan Lebih Lanjut
Komentar