Anime

“Kualitas PowerPoint”: Anime Ini Sangat Buruk Hingga Stafnya Minta Tolong Lewat Nama Samaran di Credit!

“Kualitas PowerPoint”: Anime Ini Sangat Buruk Hingga Stafnya Minta Tolong Lewat Nama Samaran di Credit!

Ada anime yang jelek, ada yang kacau, dan ada juga “legenda bencana” yang satu ini.

Bertahun-tahun setelah penayangan perdananya pada tahun 2018, media sosial kembali ramai membahas momen legendaris saat para animator secara tersirat “meminta tolong” di bagian credit anime “Ore ga Suki nano wa Imouto dakedo Imouto ja Nai” (My Sister, My Writer).

Produksi anime ini begitu kacau balau hingga stafnya—entah karena malu atau putus asa—harus menggunakan pesan kode rahasia untuk meluapkan penderitaan mereka.

Baca jugaAnime Baru “High School! Kimengumi” Umumkan Cast Tambahan: Yasunori Matsumoto & Sayumi Suzushiro Bergabung!

Njir 2 compressed

Bencana Visual yang Melegenda

Seri ini, yang terkenal dengan plot hubungan “kakak-adik” yang kontroversial dan kualitas visual yang bisa membuat mahasiswa seni menangis, runtuh akibat jadwal produksi yang mustahil. Episode-episodenya tampak seperti draf kasar yang dibuat di Microsoft Paint, dengan karakter yang berubah bentuk di setiap adegan, serta frame statis yang durasinya terasa seperti selamanya.

Misteri Nama “Shojiki Komata”

Titik puncak dari kekacauan ini terdeteksi oleh para penggemar di Episode 6. Di bagian ending credits, muncul sebuah nama yang mencurigakan di posisi Direktur Animasi (Animation Director): Shojiki Komata.

Nama ini tidak terdaftar di database industri manapun. Setelah dianalisis, komunitas menemukan “lelucon” menyedihkan di baliknya:

  • Shojiki: Artinya “Jujur” atau “Sejujurnya”.
  • Komata: Secara fonetik mirip dengan “Komatta”, yang berarti “Aku dalam masalah” atau bahasa kasarnya, “Aku tamat/kacau.”

Jadi, sang Direktur Animasi pada dasarnya menandatangani karyanya dengan nama samaran yang berarti: “Sejujurnya, Saya Kacau.”

Teori ini semakin terkonfirmasi ketika episode berikutnya mengalami penundaan selama satu minggu, kemungkinan besar untuk memperbaiki kekacauan produksi atau mengubah credit-nya. Ini adalah jeritan tanpa suara menghadapi eksploitasi kerja dan kurangnya waktu produksi.

Sekilas Tentang “Ore ga Suki nano wa Imouto dakedo Imouto ja Nai”

Di luar kualitas animasinya yang selevel slide presentation, seri ini juga dikritik karena dianggap upaya murahan untuk mengkapitalisasi fanservice dan tema tabu inses, yang terkadang menyerempet ke arah konten dewasa.

Namun, hampir tidak ada yang mengingat jalan ceritanya. Satu-satunya warisan yang tertinggal dalam sejarah adalah keberanian (atau keputusasaan) seorang animator anonim yang memutuskan bahwa jika kapal ini akan karam, setidaknya dia meninggalkan surat permintaan tolong di dalam botol.

Apakah kalian sempat menonton anime ini saat tayang, atau langsung drop di episode pertama?

Via SomosKudasai


Bacaan Lebih Lanjut
Komentar