Terkadang realita memang lebih aneh dari fiksi, tapi di lain waktu, para penggemar hanya melihat “hantu” yang sebenarnya tidak ada.
Kali ini, pengembang dari novel visual (visual novel) misteri populer, “Return to Shironagasu Island” (Shironagasu-tou no Kikan), terpaksa harus angkat bicara untuk meluruskan gelombang rumor yang cukup mengganggu.
Rumor tersebut menuduh bahwa game ini terinspirasi dari Pulau Epstein yang terkenal jahat itu. Perbandingan dan tuduhan di media sosial menjadi begitu intens hingga sang kreator harus mengeluarkan bukti “kalender” untuk membela karyanya.
Awal Mula Tuduhan
Semuanya bermula ketika sejumlah pengguna internet mulai menyadari kemiripan yang dangkal antara keduanya: sebuah pulau terpencil, rahasia-rahasia gelap, dan pemilik yang merupakan seorang miliarder.
Namun, Hyogo Onimushi, otak di balik game ini, segera menggunakan akun X (Twitter) miliknya untuk menyangkal secara tegas segala hubungan dengan kasus Jeffrey Epstein. Ia bahkan menyebut situasi ini sebagai “dilema nyata” yang harus ia jelaskan berulang kali kepada publik.
(;・ω・)なんかたまーにこういう偶然の一致あるんすよねぇ、僕。
受賞作(バガラバ)で『ラガーディア空港から離陸した飛行機が川に不時着する』ってシーンがあるんすけど、それとまんま同じシチュエーションでハドソン川の奇跡の元ネタの事故が起きたりしたし…。(あっちもラガーディア発)— 鬼虫兵庫 Hyogo Onimushi (@ONIMUSHI_HYOGO) February 4, 2026
Bukti Kronologi: Mustahil Terinspirasi!
Untuk membungkam para penganut teori konspirasi, Onimushi menyajikan argumen yang tak terbantahkan: Fakta Kronologis.
Ia menjelaskan bahwa skandal global Epstein baru meledak pada tahun 2019, sementara gamenya sudah beredar di berbagai event otaku jauh sebelum itu. Berikut adalah linimasa rilis game tersebut:
- Musim Panas 2017: Versi pertama game ini dirilis selama acara Comiket.
- 2018: Versi lengkap (full version) dirilis dalam format fisik.
- 2019: Kasus Epstein mulai mendapatkan sorotan dunia.
- 2020: Game ini resmi dirilis di Steam (Momen inilah yang membingungkan banyak pemain baru).
“Hanya untuk memperjelas keadaan, saya sama sekali tidak mendasarkan ‘Return to Shironagasu Island’ pada skandal pulau Epstein sedikit pun,” tegas sang pengembang.
Sekilas Tentang “Return to Shironagasu Island”
Terlepas dari polemik ini, game ini adalah sebuah kesuksesan yang sah.
Game ini merupakan petualangan misteri dan horor di mana seorang detektif melakukan perjalanan ke Pulau Shironagasu setelah menemukan undangan dalam catatan bunuh diri seorang jutawan.
Dengan lebih dari 210.000 kopi terjual hingga tahun 2024 dan pembaruan besar-besaran pada Maret 2025 yang menambahkan dubbing bahasa Jepang penuh (full voice), judul ini bertahan karena kualitas narasinya sendiri, tanpa perlu menumpang pada tragedi dunia nyata.
Menurut kalian, apakah ini murni kebetulan atau atmosfer gamenya memang terlalu mirip dengan realita?
Via SomosKudasai
