Studio Ghibli terus merilis film “terakhir” dari sutradara legendaris Hayao Miyazaki. Para penggemar studio animasi Jepang ikonik ini pun berada dalam posisi yang sudah biasa—menikmati kembali film-film Ghibli yang luar biasa sambil mencari anime lain yang bisa menghadirkan keajaiban serupa. Untungnya, manga pemenang penghargaan karya Kamome Shirahama, Witch Hat Atelier atau juga dikenal Tongari Boushi no Atelier, akan diadaptasi menjadi anime pada musim semi 2025 dan siap menjadi penerus yang sempurna bagi para penggemar Ghibli.
Ceritanya sederhana: seorang anak perempuan yang tumbuh di keluarga penjahit tiba-tiba memasuki dunia sihir setelah kejadian tak terduga. Seperti film-film Ghibli, Witch Hat Atelier adalah kisah fantasi penuh keajaiban dengan sistem sihir yang unik, karakter yang menarik, dan tema perjalanan menuju kedewasaan. Dengan detail gambar yang luar biasa dan konsep sihir yang digambarkan seperti seni, anime ini bisa menjadi dunia baru yang siap dijelajahi oleh penggemar Miyazaki.
Witch Hat Atelier Menjadi Favorit di Kalangan Penggemar Manga Fantasi
Manga Populer Ini Memiliki Harapan Besar Sebagai Penerus Studio Ghibli
Sejak pertama kali terbit pada tahun 2016, manga Witch Hat Atelier telah meraih banyak penghargaan bergengsi, termasuk Eisner Award 2020 untuk edisi internasional terbaik dan Harvey Award untuk manga terbaik. Asosiasi Perpustakaan Amerika bahkan memasukkan Witch Hat Atelier dalam daftar novel grafis terbaik untuk remaja selama tiga tahun berturut-turut (2020-2022). Semua penghargaan ini pantas didapatkan, terutama karena Shirahama sangat menghargai pembacanya yang masih muda.
“Aku merasa cerita dongeng dan kisah yang ditulis untuk anak-anak—terutama yang mengandung pesan moral seperti fabel—selalu memiliki pelajaran di dalamnya,” kata Shirahama dalam wawancara dengan AniTrendz.
Seperti film-film Miyazaki yang penuh konflik sihir dan perjalanan emosional para tokohnya, Witch Hat Atelier juga mengangkat tema moralitas dan kesedihan dalam dunia sihirnya, tetapi tetap mempertahankan nuansa keajaiban dan keceriaan.
Manga ini berhasil menghadirkan sesuatu yang khas dalam film Ghibli: cerita yang bisa dinikmati semua usia dengan makna yang mendalam. Shirahama percaya bahwa tanpa pesan moral, cerita fantasi bisa terasa kurang alami.
Witch Hat Atelier Didukung Tim Hebat untuk Adaptasi Anime
Sutradara Komi-san wa, Comyushou desu dan Sumber Cerita Ajaib Siap Hadirkan Nuansa Ghibli
Kamome Shirahama dikenal dengan detail gambarnya yang luar biasa. Jika anime Witch Hat Atelier setia pada gaya gambarnya, penggemar akan disuguhi dunia fantasi yang kaya dan karakter yang indah.
Dunia sihir dalam Witch Hat Atelier memiliki kota-kota magis dan mantra yang unik, yang pasti menarik bagi penggemar Howl’s Moving Castle dan Kiki’s Delivery Service.
Berikut tim kreatif di balik anime Witch Hat Atelier:
Peran | Nama | Kontribusi |
---|---|---|
Pembuat & Ilustrator | Kamome Shirahama | Menulis dan menggambar manga, menciptakan dunia yang kaya dan detail. |
Editor | Kosuke Tanaka | Mengawasi pengembangan cerita di majalah Monthly Morning Two. |
Penerbit (Jepang) | Kodansha | Menerbitkan Witch Hat Atelier dalam Monthly Morning Two. |
Penerbit (Inggris) | Kodansha USA | Mendistribusikan dan menerjemahkan versi bahasa Inggris. |
Penerjemah Inggris | Stephen Kohler | Menyediakan terjemahan resmi. |
Penyusun Huruf (Inggris) | Lys Blakeslee | Mengadaptasi teks dan efek suara dalam versi bahasa Inggris. |
Sutradara Anime | Ayumu Watanabe | Menyutradarai adaptasi anime. |
Studio Anime | Bug Films | Studio yang menggarap anime Witch Hat Atelier. |
Komposer Musik | Yuka Kitamura | Menyusun musik latar anime. Dikenal karena karyanya di Elden Ring dan Dark Souls. |
Bug Films, studio yang menangani anime ini, sebelumnya menggarap Zom 100: Zombie ni Naru made ni Shitai 100 no Koto dan Komi-san wa, Comyushou desu. Dengan pengalaman itu, mereka siap menghadirkan dunia Witch Hat Atelier ke layar kaca dengan kualitas tinggi.
Sutradara Ayumu Watanabe juga telah membuktikan kemampuannya dalam mengadaptasi berbagai cerita, termasuk anime Ace Attorney dan film Doraemon. Sementara itu, komposer Yuka Kitamura yang pernah mengerjakan musik Elden Ring akan menghadirkan nuansa yang kuat dan mendalam dalam anime ini.
Witch Hat Atelier Menampilkan Perpaduan Sihir & Kesedihan ala Ghibli
Dunia Fantasi yang Penuh Tantangan dan Aturan Jelas
Seperti karya terbaik Studio Ghibli, Witch Hat Atelier menawarkan lebih dari sekadar kisah “gadis penyihir” biasa. Manga ini memiliki dunia yang dibangun dengan aturan sihir yang ketat dan konsekuensi nyata jika digunakan sembarangan.
Coco, tokoh utama, belajar hal ini dengan cara yang menyakitkan ketika sihir pertamanya tanpa sengaja mengubah ibunya menjadi batu. Ini adalah kisah dongeng klasik dengan cara penceritaan yang sederhana tetapi kuat—mirip dengan gaya Miyazaki dalam menciptakan dunia magis yang tetap terasa nyata dan menyentuh hati.
Berikut adalah sistem sihir dalam Witch Hat Atelier:
Komponen Sihir | Deskripsi |
---|---|
Segel | Sihir diaktifkan dengan menggambar segel khusus menggunakan tinta ajaib. |
Sigil | Simbol utama yang menentukan elemen sihir (api, air, tanah, dll.). |
Tanda (Keystone) | Bentuk tambahan di sekitar sigil untuk mengubah ukuran, arah, dan efek mantra. |
Cincin | Mengelilingi sigil dan tanda; mantra aktif ketika cincin tertutup. |
Tinta Ajaib | Tinta khusus untuk menggambar segel. Tanpa tinta ini, sihir tidak bisa digunakan. |
Setelah kejadian tragis itu, Coco menjadi murid seorang penyihir terkenal bernama Qifrey, bersama tiga murid lainnya. Ia memasuki dunia sihir dengan harga mahal, berharap bisa memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.
Seperti dalam Castle in the Sky atau The Wind Rises, Witch Hat Atelier mengeksplorasi keseimbangan antara inovasi dan kehancuran. Ada kelompok sihir misterius bernama Brimmed Caps yang menantang aturan, mirip dengan para antagonis dalam film-film Ghibli.
Witch Hat Atelier Tidak Menyembunyikan Kemiripannya dengan Ghibli
Bahkan dalam promosinya, manga Witch Hat Atelier secara terang-terangan dibandingkan dengan Studio Ghibli. Dalam deskripsi resminya, seri ini disebut sebagai:
“Sebuah kisah indah tentang seorang gadis yang merindukan sihir dalam hidupnya dan menemukan bahwa di dalam dirinya, ia sebenarnya telah menjadi apa yang ia impikan. Mengingatkan pada Studio Ghibli, kisah dengan gambar yang kaya ini telah memikat hati para penggemar fantasi di seluruh dunia.”
Para penggemar Ghibli yang belum membaca manga ini mungkin akan menemukan bahwa anime Witch Hat Atelier adalah teman sempurna sambil menunggu film Miyazaki berikutnya. Dengan keindahan seni dan kedalaman emosional yang khas, anime ini siap menjadi salah satu karya yang layak dikenang.