Culture

Fans Sebut Kaioshin “Shin” sebagai Penipu Terbesar di Dragon Ball Z? Ini Alasannya!

Fans Sebut Kaioshin “Shin” sebagai Penipu Terbesar di Dragon Ball Z? Ini Alasannya!

Dalam semesta anime yang penuh dengan karakter mengecewakan, hanya sedikit yang jatuh begitu dalam dari posisi yang begitu tinggi.

Sebuah video viral baru-baru ini menghidupkan kembali perdebatan panas di media sosial tentang Kaioshin (Supreme Kai) alias Shin. Banyak fans yang kini mempertanyakan perannya dalam Arc Majin Buu dan melabelinya sebagai “vendehúmos” (istilah Spanyol untuk “penjual asap” atau penipu/omong kosong).

Apa yang awalnya terlihat sebagai debut karakter dewa yang misterius dan kuat, berakhir menjadi salah satu contoh kasus “banyak gaya, nol aksi” paling jelas dalam sejarah anime.

Baca jugaAdegan Dragon Ball Z Ini Masih Jadi Momen Terhebat dalam Serial Ini

Awal Mula: Debut yang Menipu

Klip viral tersebut membawa kita kembali ke momen Tenkaichi Budokai (Turnamen Seni Bela Diri Dunia). Saat itu, Shin muncul dengan senyum penuh percaya diri dan aura superioritas yang begitu kuat.

Saking mengintimidasinya, Piccolo—karakter yang kita tahu sangat bijak dan kuat—sampai “ciut” dan menyerah tanpa bertarung sedikitpun. Momen ini sukses membuat penonton percaya bahwa Shin adalah entitas yang tak tersentuh.

Kenyataan Pahit: “Dewa Hype” yang Gagal

Namun, analisis komunitas otaku menghancurkan citra tersebut dengan mengingat apa yang terjadi setelahnya. Shin berubah dari sosok dewa yang disegani menjadi karakter yang gemetar ketakutan menghadapi setiap ancaman.

Berikut adalah poin-poin utama mengapa fans menyebutnya gagal:

  • Tipuan Tingkat Dewa: Dia datang melayang, tersenyum seolah tahu segalanya, dan melumpuhkan Piccolo hanya dengan hierarki keilahiannya. Kita semua tertipu mengira dia sangat kuat.
  • Kekuatan yang Mengecewakan: Kekuatan dasarnya nyaris tidak menyentuh level Super Saiyan 2, ditambah lagi dia tidak memiliki teknik bertarung selevel Goku atau Vegeta. Dalam pertarungan kunci melawan Dabura, dia terlihat kewalahan dan sangat bergantung pada orang lain.
  • Manajemen Buruk: Sebagai pengelola alam semesta, rencananya untuk menghentikan Majin Buu pada dasarnya hanyalah “berdoa semoga Gohan melakukan sesuatu”. Bahkan fusinya menjadi Kibitoshin tidak cukup untuk membuat perbedaan signifikan di medan perang.

Fenomena Subversi Ekspektasi

Fenomena ini sebenarnya bukan kebetulan. Kreator Akira Toriyama memang ahli dalam membalikkan ekspektasi (seperti yang ia lakukan pada Dewa Kehancuran nantinya), dengan “memanusiakan” para dewa untuk menunjukkan bahwa status tinggi tidak menjamin kekuatan kasar.

Pada dasarnya, Shin ibarat seorang manajer yang mendapatkan jabatan hanya karena gelar, tetapi bahkan tidak tahu cara menggunakan mesin fotokopi kantor.

Sementara kita menikmati seri baru Dragon Ball Daima, lucu rasanya melihat ke belakang bagaimana franchise ini mempermainkan pikiran kita. Shin, dengan desain elegan dan telinga runcingnya, menjanjikan akan menjadi “Gandalf”-nya para Z Warriors, tetapi berakhir menjadi komentator yang ketakutan alih-alih penyelamat.

Warisan Shin akhirnya menjadi pengingat jenaka bahwa di anime, mereka yang paling banyak pamer biasanya adalah yang pertama kali jatuh.

Bagaimana menurut kalian? Apakah Piccolo berlebihan saat menyerah, atau Shin memang pantas dihormati karena jabatannya meski lemah?

Via SomosKudasai


Bacaan Lebih Lanjut
Komentar