Culture

IMDb vs MyAnimeList: Perdebatan Panas “Otaku Sejati” Melawan “Turis Anime”

IMDb vs MyAnimeList: Perdebatan Panas “Otaku Sejati” Melawan “Turis Anime”

Komunitas anime kembali memanas, dan kali ini pemicunya bukan soal siapa waifu terbaik, melainkan tentang di mana kita seharusnya memberikan nilai (rating) untuk sebuah anime.

Sebuah debat viral baru-baru ini menyoroti tren penggunaan situs film umum seperti IMDb untuk menilai anime. Bagi para veteran “sekolah lama” (old school), melihat tangkapan layar skor IMDb dijadikan tolok ukur kebenaran absolut adalah sebuah “penistaan”. Bagi mereka, ini adalah tanda yang tak terbantahkan bahwa para “turis” (sebutan untuk penggemar musiman/kasual) telah menginvasi hobi ini.

Semuanya meledak gara-gara sebuah cuitan dari pengguna bernama Linaqruf, yang menyuarakan apa yang dipikirkan banyak orang: “Di zaman saya, tidak ada yang menggunakan IMDb untuk anime.”

Baca jugaCygames Sponsori Balapan Kuda “Gran Premio Latinoamericano” di Peru! Waifu Kuda Invasi Amerika Selatan

Pernyataan ini seolah membuka Kotak Pandora, memicu perang antara pengguna setia MyAnimeList (MAL)—benteng suci para otaku—melawan gelombang penggemar baru yang hobi memberi nilai 9 atau 10 di platform yang sebenarnya dirancang untuk film Hollywood.

Alasan Penolakan Terhadap IMDb

Penolakan ini bukan tanpa alasan. Kaum puris berpendapat bahwa sistem rating di IMDb telah terdistorsi (mengalami inflasi) oleh para remaja dan pendatang baru yang baru saja “mencicipi” animasi Jepang. Akibatnya, realitas kualitas sebuah karya jadi bias.

Berikut adalah beberapa reaksi pedas dari komunitas yang dirangkum dari perdebatan tersebut:

  • Faktor “Normie”: “Saya anti-IMDb; situs itu dipakai oleh remaja, jadi sistemnya akan selalu memihak apa yang mereka sukai.”
  • Inflasi Nilai: “Kenapa semuanya dapat nilai 9 zaman sekarang? Saya bisa bikin anime tentang diri saya pergi ke toilet dan mereka pasti bakal kasih nilai 9 juga.”
  • Loyalitas Harga Mati: “Saya menolak, MAL selamanya. Cuma orang bodoh yang pakai IMDb buat anime.”
  • Istilah Kasar: “IMDb adalah platform untuk turis anime.”

Data Berbicara: Kasus “Sousou no Frieren”

Untuk membuktikan poin mereka, seorang pengguna membandingkan data statistik dari anime populer “Sousou no Frieren” (Frieren: Beyond Journey’s End).

  • MyAnimeList (MAL): Seri ini mendapatkan skor 9.28 dengan hampir 800.000 suara. Ini dianggap sebagai sampel data yang kuat dan kritis dari komunitas yang memang mengerti anime.
  • IMDb: Seri ini mendapatkan skor 8.9 tetapi hanya dengan 66.000 pengguna.

Perbedaan volume suara yang sangat jauh ini menunjukkan di mana sebenarnya komunitas anime yang berdedikasi itu berada. Meskipun halaman-halaman besar di media sosial seperti Facebook dan X (Twitter) sering mendorong penggunaan IMDb demi interaksi yang mudah, inti keras (hardcore) dari fandom tetap berpegang teguh pada prinsip: biarkan sepatu diurus tukang sepatu, dan biarkan anime diurus oleh MyAnimeList.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tim setia MAL, atau termasuk yang “berdosa” karena menilai anime di IMDb?

Via SomosKudasai


Bacaan Lebih Lanjut
Komentar