Kabar kurang sedap kembali menerpa studio animasi raksasa, MAPPA.
Di tengah tingginya hype penayangan Jujutsu Kaisen Season 3 (Culling Game Arc) yang baru saja dimulai Januari 2026 ini, sebuah kontroversi visual mencuat dan memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar.
Artikel terbaru dari SomosKudasai menyoroti sebuah adegan spesifik dalam episode terbaru yang menggunakan teknik “Fixed Camera” (Kamera Statis) dengan durasi yang dianggap tidak wajar. Hal ini memicu gelombang kritik di media sosial, di mana banyak penggemar menuding studio tersebut melakukan penghematan berlebihan atau sedang mengalami masalah produksi yang serius.

Adegan “Slideshow” yang Memancing Emosi
Pusat kontroversi ini terletak pada satu sekuens dialog yang cukup panjang. Alih-alih menggunakan cut (potongan adegan) yang dinamis atau perubahan sudut pandang (angle) kamera seperti standar anime shonen pada umumnya, MAPPA memilih untuk menggunakan satu frame statis tanpa pergerakan karakter yang signifikan, kecuali gerakan mulut (lip sync).
Banyak penggemar yang membandingkan adegan ini dengan presentasi PowerPoint atau “Slideshow”, menyebutnya sebagai penurunan kualitas yang drastis dibandingkan musim sebelumnya (Shibuya Incident).

Data Teknis: Durasi vs Jumlah Frame
Berdasarkan data grafik analisis yang beredar di komunitas dan dikutip dalam berita tersebut, detail teknis adegan ini memang cukup mengejutkan jika dibandingkan dengan standar industri untuk anime high-profile:
- Durasi Shot Statis: Mencapai 58 Detik tanpa putus.
- Pergerakan Karakter: Minim (Hanya gerakan mulut dan kedipan mata sesekali).
- Perbandingan: Grafik menunjukkan bahwa dalam durasi yang sama di Season 2, rata-rata terdapat 8-12 potongan gambar (cuts) dengan animasi sakuga yang cair.
Teknik ini mengingatkan beberapa fans veteran pada adegan “lift” legendaris di Neon Genesis Evangelion, namun bedanya, fans merasa konteks adegan di Jujutsu Kaisen ini tidak memiliki justifikasi artistik yang sama.
Reaksi Netizen: Malas atau Artistik?
Komunitas terbelah menjadi dua kubu.
Kubu Kritik: Mereka berpendapat bahwa untuk anime sekelas Jujutsu Kaisen, yang harga Blu-ray (BD)-nya dibanderol sekitar 9.800 Yen (setara Rp1.048.000 dengan kurs saat ini), kualitas seperti ini tidak bisa diterima. Mereka mengkhawatirkan kondisi animator MAPPA yang mungkin kembali mengalami crunch (kerja lembur berlebihan).
Kubu Pembela: Sebagian kecil fans berargumen bahwa ini mungkin pilihan artistik sutradara untuk membangun ketegangan (tension) dalam percakapan, atau sekadar teknik penghematan tenaga untuk menyimpan budget animasi bagi pertarungan besar di episode mendatang.
Apapun alasannya, kejadian ini kembali memanaskan diskusi mengenai kondisi kerja di industri anime, khususnya di studio MAPPA yang memang sering disorot terkait manajemen jadwal produksinya.
Via SomosKudasai
