Isu soal budget produksi anime blockbuster selalu jadi topik panas, apalagi kalau kita bicara soal raksasa seperti Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba. Baru-baru ini, sebuah momen menarik terjadi dalam sesi wawancara yang melibatkan petinggi studio Ufotable dan Aniplex. Hikaru Kondo, pendiri studio Ufotable yang menggarap Infinity Castle, dan Yuma Takahashi, produser dari Aniplex, memberikan respon yang bikin fans penasaran soal biaya produksi film trilogi yang akan datang ini.
Bercandaan Mahal Ufotable dan Aniplex
Dalam wawancara tersebut, Hikaru Kondo sempat ditanya soal rumor yang beredar di internet yang menyebutkan angka estimasi budget sekitar US$20 juta (sekitar Rp316 miliar). Kondo langsung bertanya balik dari mana angka itu berasal dan menanggapi dengan cerdas:
“Sayangnya, saya tidak bisa berkomentar soal anggaran. Tapi kalau angka rumor itu akurat, menurut kalian berapa budget yang pantas untuk ‘Part Two’ mengingat kesuksesannya?”
Ketika pewawancara menyebutkan angka estimasi US$100-150 juta (sekitar Rp1,5 triliun – Rp2,3 triliun) untuk sekuelnya, Kondo merespon dengan candaan yang cukup “mengkode”. Dia mengaku “sangat, sangat senang” mendengarnya dan bahkan berterima kasih pernyataan itu direkam, seolah-olah memberikan tekanan halus kepada Yuma Takahashi (produser Aniplex) yang duduk di sebelahnya untuk menaikkan budget film berikutnya.
Janji Manis Produser Aniplex
Merespon situasi jenaka tersebut, Yuma Takahashi yang bertanggung jawab atas bisnis dan pemasaran angkat bicara sambil tertawa:
“Saya produser di Aniplex [tertawa]. Saya yang mengurus bisnis dan pemasaran. Jadi saya cuma bisa bilang, itu budget yang sangat besar! Saya belum bisa bilang apa-apa yang resmi sekarang, tapi saya akan dengan tulus berusaha sebaik mungkin (untuk mengungkap detailnya).”
Janji “akan berusaha sebaik mungkin” ini tentu jadi pegangan media dan fans untuk menagih transparansi budget di wawancara-wawancara mendatang.
Dominasi Film Anime di Box Office
Tren mengadaptasi arc penting (canon) menjadi film layar lebar, bukan sekadar serial TV, memang sedang menjamur. Strategi ini terbukti ampuh karena fans pasti akan memadati bioskop.
Bayangkan saja, hanya dalam waktu sekitar 5 tahun sejak debut Mugen Train pada Oktober 2020, franchise ini bersama judul besar lain seperti Jujutsu Kaisen, Chainsaw Man, dan Haikyu!! telah meraup pendapatan kotor sekitar US$1,8 miliar (sekitar Rp28,4 triliun).
Jika digabungkan dengan film non-canon dari One Piece, My Hero Academia, dan Spy x Family, angkanya menembus lebih dari US$2 miliar (sekitar Rp31,6 triliun) hanya dalam dekade ini.
