Halo sobat J-Culture! Buat para cowok yang lagi naksir cewek Jepang, atau sekadar ingin tahu standar di sana, ada info penting nih. Ternyata, uang banyak dan wajah ganteng belum tentu menjamin kamu lolos seleksi, lho.
Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan tekstil Blooming Nakanishi terhadap 1.000 wanita mengungkap fakta yang cukup menohok. Bagi mayoritas wanita muda Jepang (usia 18-29 tahun), kebersihan atau higienitas adalah segalanya. Bahkan, faktor ini mengalahkan senyum manis atau selera fashion yang keren!
Siap-siap catat ya, berikut adalah rangkuman hasil surveinya.
Kebersihan > Penampilan Fisik?
Hasil survei menunjukkan angka yang sangat tegas: 69,7% wanita muda lebih menghargai kebersihan (cleanliness) dibandingkan faktor fisik lainnya. Jadi, percuma kalau kamu bergaya bak Casanova tapi bau badan atau jorok, dijamin langsung ditolak!
4 “Red Flags” Utama yang Bikin Ilfeel
Studi ini juga membeberkan kebiasaan-kebiasaan spesifik pria yang dianggap sebagai tanda bahaya atau “Red Flags” besar. Sekitar 80% responden setuju bahwa hal-hal berikut ini bisa langsung mematikan rasa ketertarikan romantis mereka:
- Casing HP atau Tas yang Usang/Dekil: Ini dianggap sebagai tanda bahwa kamu orang yang lalai dan tidak bisa merawat barang.
- Mengelap Wajah Pakai “Oshibori”: Oshibori adalah handuk basah yang biasa diberikan di restoran Jepang. Menggunakannya untuk mengelap seluruh wajah (bukan cuma tangan) adalah “BIG NO” yang sangat memalukan menurut mereka.
- Mengelap Tangan Basah ke Baju/Celana: Sebanyak 74,4% wanita sangat membenci kebiasaan ini. Jangan malas cari tisu atau pengering tangan, ya!
- Kuku Panjang: 71,1% wanita merasa jijik melihat pria dengan kuku yang panjang atau tidak terawat.
Kenapa Ini Penting Banget?
Mungkin bagi sebagian orang ini terdengar sepele atau “rewel”. Tapi menurut survei ini, ini bukan soal fisik semata.
Bagi hampir separuh responden wanita, kurangnya kebersihan fisik pada seorang pria mencerminkan gaya hidup yang kacau, kamar tidur yang kemungkinan besar kotor, atau kurangnya kedisiplinan diri. Jadi, kebersihan = kepribadian.
“Jimat” Penyelamat: Sapu Tangan!
Nah, kalau tadi kita bahas yang bikin ilfeel, sekarang kita bahas solusinya. Apa sih aksesoris yang paling bikin cowok terlihat “bersih” dan “rapi” di mata wanita Jepang?
Jawabannya bukan jam tangan mahal, melainkan Sapu Tangan Kain (Handkerchief)!
Membawa sapu tangan kain menduduki peringkat nomor satu (55,5%) sebagai ciri pria bersih, bahkan mengalahkan penggunaan deodoran. Pria yang membawa sapu tangan dianggap memiliki sopan santun yang baik dan hidup yang teratur.
Kesimpulan: Jadi intinya sederhana, Bro: Potong kuku, jangan lap tangan di celana, ganti casing HP yang udah buluk, dan mulai sekarang biasakan bawa sapu tangan di saku.
Bagaimana menurut kalian? Apakah standar ini terlalu ketat, atau wajar-wajar saja? Coba tulis di komentar ya!
Via SomosKudasai
