Jepang

Survei Mengejutkan: 70% Istri di Jepang Menyesal Menikahi Suaminya, Masalah Gaji Jadi Pemicu Utama!

Survei Mengejutkan: 70% Istri di Jepang Menyesal Menikahi Suaminya, Masalah Gaji Jadi Pemicu Utama!

Halo sobat pembaca! Ada kabar yang cukup bikin geleng-geleng kepala dari Negeri Sakura. Kalau biasanya kita melihat potret keluarga Jepang yang harmonis di drama atau anime, realitanya ternyata bisa jauh berbeda, lho.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan bernama Presia mengungkapkan fakta pahit: mayoritas istri di Jepang ternyata menyesal telah menikahi suami mereka saat ini!

Angkanya nggak main-main, mencapai 70 persen. Waduh, kok bisa ya? Yuk, kita bedah datanya pelan-pelan.

Baca jugaReplika Kunai “Hiraishin” Minato Hadir di Dunia Nyata! Cek Harga dan Detailnya di Nijigen no Mori

Japanese women regret marriage

Data Teknis Survei

Sebelum masuk ke alasan utamanya, mari kita lihat dulu data teknis dari survei ini biar valid:

  • Penyelenggara: Presia (Perusahaan layanan pernikahan/bridal).
  • Responden: 287 wanita Jepang yang sudah menikah.
  • Rentang Usia: 20 hingga 59 tahun.

Hasil Survei: Penyesalan dan Keinginan “Reset”

Dari hasil survei tersebut, ditemukan dua angka statistik yang cukup menohok:

  1. 70% responden mengaku memiliki penyesalan telah menikahi suami mereka.
  2. 54% responden bahkan mengatakan jika mereka bisa memutar balik waktu dan mengulang hidup (reset), mereka tidak akan mau menikahi suami mereka yang sekarang.

Alasan Utama: “Cinta Buta, Tapi Tagihan Nyata”

Nah, ini bagian yang paling menarik. Apa sih yang bikin para istri ini menyesal? Ternyata bukan karena kurang romantis atau masalah fisik, melainkan masalah Duit dan Beban Kerja.

Berikut adalah peringkat hal-hal yang paling disesali oleh para istri karena telah “berkompromi” atau menurunkan standar mereka saat memilih pasangan dulu:

  1. Masalah Ekonomi/Gaji (22,6%) Ini adalah juara utamanya. Sebanyak 22,6% istri menyesal karena dulu mereka berkompromi soal pendapatan suami. Mereka merasa seharusnya tidak menurunkan standar gaji ideal calon suami mereka saat itu.
  2. Sensibilitas Keuangan (14,6%) Di posisi kedua, para istri menyesal tidak lebih tegas soal kebiasaan keuangan suami. Ini bisa mencakup suami yang boros, tidak pandai menabung, atau manajemen uang yang buruk.
  3. Pekerjaan Rumah Tangga & Pengasuhan Anak (11,1%) Di posisi ketiga adalah masalah klasik: suami yang tidak mau membantu pekerjaan rumah atau membantu tapi hasilnya tidak becus.

Japanese women regret marriage

Fisik Bukan Masalah

Menariknya, ketika ditanya hal apa yang tidak mereka sesali meskipun telah menurunkan standar, jawabannya adalah Penampilan Fisik.

Sebanyak 36,6% responden mengatakan mereka tidak masalah jika suami mereka tidak terlalu ganteng atau penampilannya biasa saja. Jadi, kesimpulannya: bagi wanita Jepang dalam survei ini, punya suami ganteng tapi dompet tipis dan malas bebenah rumah itu big no, tapi suami wajah biasa saja asalkan mapan dan rajin, itu jauh lebih baik.

Kesimpulan

Survei ini seolah menampar realita bahwa “cinta saja tidak cukup”. Tekanan ekonomi dan pembagian tugas rumah tangga yang tidak seimbang masih menjadi momok menakutkan bagi kebahagiaan pernikahan di Jepang modern. Romantisme mungkin indah di awal, tapi kestabilan finansial dan kerjasama di rumah adalah kunci agar tidak masuk ke golongan 70% yang menyesal ini.

Foto oleh Carolina Heza di Unsplash
Bacaan Lebih Lanjut
Komentar