Anime

Sutradara “Chainsaw Man Reze Arc” Tatsuya Yoshihara Terkejut dengan Respons Melebihi Ekspektasinya

Sutradara “Chainsaw Man Reze Arc” Tatsuya Yoshihara Terkejut dengan Respons Melebihi Ekspektasinya

Kabar terbaru datang dari acara bincang-bincang staf untuk film anime yang sedang tayang, “Chainsaw Man: Reze Arc” (Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc).

Pada hari ini, 31 Januari 2026, sebuah acara talk show digelar di TOHO Cinemas Shinjuku, Tokyo. Acara ini dihadiri oleh tiga sosok penting di balik layar: Tatsuya Yoshihara (Sutradara), Masato Nakazono (Wakil Sutradara), dan Kensuke Ushio (Komposer Musik).

Data Box Office yang Fantastis

Sebelum masuk ke sesi bincang-bincang, data performa film ini diungkap ke publik dan angkanya sangat mencengangkan.

Baca jugaTatsuki Fujimoto Ungkap Penyesalan dan “Rahasia” Tragis di Balik Ending Arc Reze ‘Chainsaw Man’

Dalam kurun waktu 134 hari (dihitung dari tanggal rilis 19 September 2025 hingga 30 Januari 2026), film ini telah mencatatkan rekor:

  • Jumlah Penonton: 6,86 juta orang.
  • Pendapatan Box Office: 10,4 Miliar Yen.

Jika dikonversikan ke mata uang kita, pendapatan tersebut setara dengan sekitar Rp1,14 Triliun (dengan estimasi kurs 1 Yen = Rp110).

Reaksi Staf: Kaget dan “Tidak Punya Teman”?

Melihat angka fantastis tersebut, Sutradara Yoshihara mengaku terkejut. “Saya merasa senang sekaligus kaget menerima reaksi dari berbagai pihak, termasuk perhatian dari masyarakat umum dan media,” ujarnya. Wakil Sutradara Nakazono menambahkan bahwa ia merasakan jangkauan film ini sangat luas, “Saya dengar kenalan keluarga saya juga pergi menonton, jadi rasanya film ini ditonton oleh lebih banyak orang dari yang saya bayangkan.”

Namun, reaksi berbeda datang dari sang komposer, Ushio. Dengan nada bercanda ia berkata, “Saya sih tidak merasakan apa-apa, soalnya saya tidak punya teman… (tertawa).” Meski begitu, ia mengaku takjub melihat banyaknya penonton yang hadir di bioskop hari ini, apalagi banyak yang melakukan rewatch (menonton berulang kali).

Rahasia Dapur Produksi: Sutradara yang “Egois”?

Ini adalah debut Yoshihara sebagai sutradara film layar lebar. Ia mengungkapkan bahwa posisinya kali ini memungkinkannya untuk sedikit “egois” demi mewujudkan visinya. “Saya bisa menyampaikan keinginan-keinginan egois saya kepada setiap staf untuk mewujudkan mimpi saya,” ungkapnya sambil tersenyum. Ia sangat berterima kasih karena staf berhasil menerjemahkan adegan-adegan unik dari manga orisinal ke dalam format film.

Wakil Sutradara Nakazono, yang menangani storyboard dari awal hingga adegan kencan Makima (Part A), mengungkapkan tantangan teknis dalam mengadaptasi manga karya Tatsuki Fujimoto. “Bagaimana menggambarkan jeda antar panel komik adalah hal yang sulit jika dibandingkan karya biasa,” ujarnya.

Tantangan Musik dan Lagu Bahasa Rusia

Kensuke Ushio membagikan detail teknis mengenai perbedaan musik untuk TV dan Bioskop. “Di bioskop, lingkungan menonton itu penting. Contohnya adegan Reze di pantai pada bagian akhir, suara biolanya sangat kecil sehingga mungkin tidak terdengar di TV. Tapi di bioskop, kita bisa menggunakan rentang suara dari yang sangat halus hingga yang sangat keras (dinamika tinggi),” jelasnya.

Tantangan terberat bagi Ushio adalah lagu sisipan “Jane slept in the church” yang dinyanyikan Reze dalam bahasa Rusia (lirik oleh Tatsuki Fujimoto, musik oleh Ushio).

“Pertama-tama, saya tidak mengerti bahasa Rusia, jadi saya tidak tahu di mana harus memenggal katanya. Lirik aslinya juga panjang, jadi sulit untuk memadatkannya,” curhat Ushio. Ia juga bersimpati pada Reina Ueda (pengisi suara Reze) yang harus menyanyikannya, “Itu sangat berat. Saya tidak ingin mengingatnya lagi (tertawa).”

Easter Egg dan Ad-lib dalam Animasi

Dalam sesi tanya jawab, terungkap beberapa detail menarik yang tidak ada di naskah asli (storyboard), yang menciptakan apa yang disebut sutradara sebagai “Suasana Live” (spontanitas):

  1. Aksi Tunjuk Jari: Adegan saat Violence Fiend (Majin Kekerasan) menunjuk ke arah Reze (Bomb Girl) sebenarnya adalah improvisasi (ad-lib). Awalnya animator yang menambahkan adegan Reze menunjuk, lalu Sutradara Yoshihara membalasnya dengan membuat Violence Fiend ikut menunjuk saat proses pengecekan.
  2. Detak Jantung: Adegan Makima mendengarkan detak jantung Denji di akhir kencan juga ditambahkan untuk memberikan petunjuk bagi penonton yang sudah membaca kelanjutan manganya.
  3. Hitung Mundur Lampu Gedung: Ushio mengungkapkan sebuah rahasia, “Apakah kalian sadar kalau cahaya lampu gedung di latar belakang adegan konfrontasi terakhir itu membentuk hitungan mundur?” Sutradara Yoshihara menanggapi santai bahwa itu adalah salah satu “permainan” visual yang diizinkan karena dunia tersebut penuh iblis.

Acara ditutup dengan harapan Yoshihara untuk terus membuat karya anime yang berkesan, mengingat manga Chainsaw Man Part 2 juga masih berjalan.

Via Natalie


Bacaan Lebih Lanjut
Komentar