Jepang

Ukuran Itu Penting? Wanita Jepang Ungkap Syarat Tinggi Badan Minimal untuk Menikah

Ukuran Itu Penting? Wanita Jepang Ungkap Syarat Tinggi Badan Minimal untuk Menikah

Bagi sebagian besar masyarakat Jepang, kesopanan adalah hal utama. Tapi jangan salah, kalau urusan mencari pasangan hidup, para wanita lajang di sana bisa sangat to the point soal preferensi fisik, terutama tinggi badan!

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh layanan perjodohan Presia mencoba mengupas tuntas seberapa penting sih tinggi badan pria di mata wanita Jepang. Survei ini melibatkan 278 wanita berusia antara 20 hingga 49 tahun.

Hasilnya cukup mengejutkan! Meskipun 66,9% responden mengaku bersedia menikahi pria bertubuh pendek, mereka ternyata punya standar “batas minimal” yang cukup ketat.

Baca jugaGeger! Reseller Kartu Pokemon di Jepang Sembunyikan Barang di Celana Dalam Demi Cuan

Standar Tinggi Badan Minimal vs Ideal

Apa sih yang dianggap “pendek” atau “pas” untuk dijadikan suami? Berikut data lengkap dari survei tersebut:

Batas Tinggi Badan Minimal: Mayoritas responden menetapkan angka yang spesifik agar seorang pria bisa masuk kualifikasi “suami-able”:

  • 38,8% (Mayoritas): Menginginkan minimal 165 – 169 cm.
  • 22,3%: Menuntut minimal 170 – 174 cm.
  • 4,3%: Bersedia menerima pria di bawah 160 cm.

Tinggi Badan Ideal: Nah, kalau bicara soal tipe ideal, ekspektasinya langsung melonjak:

  • 44,6% wanita memimpikan suami dengan tinggi 175 – 179 cm. Angka ini sebenarnya berada di atas rata-rata tinggi badan pria nasional Jepang yang biasanya berkisar di angka 171-175 cm. Jadi, bisa dibilang lebih dari setengah wanita Jepang menginginkan sosok pelindung rumah tangga yang lebih tinggi dari rata-rata.

“Dompet Tebal” Bisa Jadi Kompensasi?

Kabar baiknya, tinggi badan ternyata bukan segalanya. Survei ini juga menanyakan faktor apa yang bisa menutupi kekurangan tinggi badan seorang pria. Jawabannya sangat realistis: Kecerdasan Finansial!

Berikut adalah faktor-faktor yang bisa membuat pria pendek tetap menarik di mata wanita Jepang:

  1. Kekayaan/Stabilitas Ekonomi (21,6%): Ini adalah faktor nomor satu. Uang dan kemapanan finansial dianggap sebagai “pengganti” paling ampuh untuk tinggi badan.
  2. Nilai Keuangan yang Sejalan (16,2%): Cara pandang yang sama soal uang juga penting.
  3. Kesetiaan (15,5%): Pria setia punya nilai plus tersendiri.
  4. Kebersihan Diri (12,6%): Penampilan yang higienis dan rapi sangat dihargai.

Menariknya, hal-hal fisik lain seperti badan berotot atau skill memasak justru kurang diperhitungkan sebagai kompensasi. Jadi, kalau kamu merasa kurang tinggi untuk standar pasar perjodohan Jepang, fokuslah pada kesuksesan karier dan kemapanan ekonomi!

Via SomosKudasai

Foto oleh Jason Rost di Unsplash
Bacaan Lebih Lanjut
Komentar